Love You
Cast : Lee Junho
2PM
Yoona
SNSD
Genre: romance
Yoona POV
“junho ayoo bangun, nanti terlambat” ucapku
menggoyang-goyangkan badannya supaya bangun
“emmmm kau berisik sekali sih” protesnya dan bangun dari
tidurnya
“ayoooo cepat bangun ini udah siang junho, nanti kita
terlambat ke sekolah” ucapku menarik tangannya supaya berdiri dari duduknya
“ah ne” ucapnya lemas
“aku tunggu di bawah yaa” kataku dan meninggalkan kamarnya
“yoona ayo makan” ajak ajumma di meja makan
“ah ne ajumma” kataku dan duduk di dekatnya
“mianhae selalu merepotkanmu untuk membangunkan junho” ucap
ajumma
“ah gwaenchanayo ajumma” ucapku
Replay Replay
Replay
Para siswa
berhamburan keluar kelas setelah mendengar bel tersebut, aku pun ikut keluar
karena jam pelajaran telah usai kuputuskan untuk menghampiri Junho dikelasnya.
Aku dan Junho sudah seperti saudara dari umurku 5 tahun teman yang paling baik,
selalu menjagaku dan mau mendengarkan ceritaku hanyalah dia. Jika aku sedih
ialah yang selalu menghiburku, entah kalau Junho tiba-tiba pergi dariku apa
yang akan terjadi pada diriku mungkin tak akan sesenang sekarang dan mungkin
aku akan selalu murung, karena dia adalah orang yang paling dekat padaku
setelah keluargaku.
“Jun……………”
kataku terputus melihat junho sedang berpelukan dengan Jessica. Cewek popular
disekolahku dan aku sangat benci padanya karena sikapnya yang sombong dan
angkuh. Mereka melihat kearahku dan melepaskan pelukannya
“aaahh maaf
ganggu, aku hanya mau bilang kalau aku ga bisa pulang denganmu ada perlu
sebentar. Aku duluan ya, annyeong” ucapku dan langsung pergi dari kelas Junho
tanpa menunggu jawaban darinya. Entah mengapa setelah melihat kejadian tadi
membuat hatiku sakit dan kecewa
Junho POV
Sekarang kelas sudah kosong tersisa hanya
aku dan Jessica, ku lihat ia sedang menangis dengan wajah yang berpangku tangan
di atas meja
“jess kamu kenapa?” ucapku perlahan ia pun
menoleh kearahku dan tiba-tiba saja ia memelukku. Aku tak bisa menolak pelukan
ini karena tangisannya yang semakin kencang dan pelukannya juga. Aku mencoba
membalas pelukannya untuk meredakan tangisannya
“jess udah jangan nangis. Emangnya ada
masalah apa?” ucapku perlahan dan mengelus rambutnya supaya tenang
“aku.. hiks putus dengan leeteuk hiks hiks”
jawabnya masih menangis dalam pelukanku
“kok bisa? Setahuku hubungan kalian tak
punya masalah belakangan ini?” tanyaku
“hiks hiks aku ga tau tiba-tiba saja
leeteuk memutuskanku” jawabnya
“sudah jangan menagis lagi, cowok yang baik
masih banyak kok diluar sana. “ ucapku yang masih berusaha menenangkan dia
“gomawo junho hiks hiks” ucapnya
“Jun…………” tiba-tiba saja ada suara yang
sepertinya memanggilku dan kulihat Yoona ada di depan kelasku dengan wajah
kaget. Akupun langsung melepas pelukannya
“aaahh maaf
ganggu, aku hanya mau bilang kalau aku ga bisa pulang denganmu ada perlu
sebentar. Aku duluan ya, annyeong” ucapnya sebelum aku menjawab ia sudah lari
dari kelasku
“jess aku
duluan yaaaa” kataku pada Jessica yang sudah tenang
“tapii……”
ucapnya mencegahku pergi
“aku ada perlu
yang sangat penting. Aku duluan yaaa” kataku dan langsung pergi dari hadapan
Jessica dan menyusul Yoona
Kususul Yoona ke gerbang sekolah tetapi
tidak ada “cepat sekali anak tu menghilang” kuhubungi Handphonenya juga tak
diangkat. Karena sudah sore kuputuskan untuk pulang dan mungkin saja ia sudah
pulang. Setelah selesai mandi dan mengerjakan PR aku main kerumah Yoona untuk
memastikan keadaanya yang dari tadi membuatku khawatir
“annyeong ajhumma” sapaku pada ibunya yoona
saat membukakan pintu untukku
“annyeong, mau ketemu Yoona yaa?” kata
ajhumma
“ah ne. apa dia ada?” ucapku
“dia ada di dalam sedang menonton TV ayoo
masuk” katanya dan aku masuk menuju ruang tamu kulihat ia sedang menontong
acara kesayangannya yaitu drama korea
“hy kangkung” sapaku dan mengacak-ngacak
rambutnya
Yoona POV
“hy kangkung” suara tu suara yang sangat
aku kenal dan hampir setiap hariku mendengar suara itu. Aku menoleh kearah
suara itu dan ternyata benar itu Junho sahabatku “aah ngapain sih ni anak
kesini aku lagi males ketemu dengannya” seruku dalam hati
“ngapain kamu kesini ? ganggu orang aja”
ucapku dingin
“aku kesini ingin menggangguimu hahahhaha”
ucapnya senang
“iisssshh udah deh kamu pulang aja. Ni udah
malem” kataku padanya
“baru jam 8. Aku biasanya juga maen disini
sampai jam 9, kalau pulang juga tinggal loncat” katanya emang ia sih Junho
selau maen kerumahku dan kadang sebaliknya, ya memang rumah kami sangat dekat
bukan dekat lagi malah tapi dempet rumahnya persis disebelah rumahku
“aku sudah ngantuk sebaiknya kamu pulang
aj. Besokkan kita sekolah” kataku beranjak dari ruang tengah
“tumben banget jam segini kamu udah ngantuk
biasanya juga tidur jam 10” balasnya
“aku lelah mau istirahat udah sana pulang”
ucapku mendorong tubunya keluar rumah
“mau aku temenin tidur gaa?” ucapnya
membuatku kaget
“ga makasih! Kamu temenin Jessica aja sana”
ucapku dan langsung menutup pintu
“Yoona, Junho mana?” kata ommaku saat aku
menuju kamar
“dia udah pulang katanya ngantuk” kataku
dan langsung masuk kamar. Kurebahkan tubuhku di atas tempat tidur yang empuk.
Entah mengapa air mataku tiba-tiba saja mengalir dan hatiku sakit saat
mengingat kejadian tadi siang di kelas Junho.
Beautiful my girl. My beautiful my girl and I so beautiful my girl
in the cute tiba-tiba saja HPku berdering pertanda ada sms. Ku buka
pesan tersebut dan ternyata dari Junho
From: Si Sipit “Junho”
Kangkung kau marah padaku? Salah aku apa? Apa
gara-gara tadi siang? Mianhae. Ayolah maafin aku. Aku ga kuat kalau lama-lama
di cuekin sama Yoona. Mianhae. Night J
Aku tak membalas sms darinya karena rasa sakit ini masih ada
dan ku coba untuk tidur supaya lebih tenang. Pagi harinya aku sengaja tidak
melakukan rutinitasku membangunkan Junho dan tidak berangkat bareng kesekolah.
Aku meminta appaku untuk mengantarkanku sampai sekolah demi menghindar darinya.
“Yoona”
“Yoonaaa” panggil seseorang yang sedang tidak ingin kutemui
aku pun jalan cepat untuk menghindar tetapi tiba-tiba saja tanganku diraih
olehnya dan membuat usahaku gagal sekarang sudah ada Junho dihadapanku sedah
mengatur nafas kelelahan karena lari mengejarku
“kenapa kamu tak membangunkanku dan kenapa kamu tinggali
aku?” tanyanya
“emm aku.. aku tadi kesiangan dan aku meminta appa untuk
mengantarku. Ku pikir kamu sudah duluan karena sudah siang” jawabku ngasal
“bohong! Kamu mau menghindar dariku kan? Apa salahku
sampai-sampai kau menghindar dariku? Hah” uacapnya tegas dengan
mengguncang-guncangkan tubuhku
“aku.. aku tak menghindar darimu, itu hanya perasaanmu saja.
Sudah ya aku ke kelas duluan belum mengerjakan PR. Annyeong” kataku dan
langsung pergi meninggalkannya
Junho POV
“hmm ada yang aneh dengan sikap Yoona sekarang seperti
menghindar padaku” pikiranku
“hy Junho” sapa Jessica saat aku sudah duduk di kursiku
“oh hy juga” balasku
“emm Junho mau ga tar malem minggu temenin aku nonton?”
tanyanya
“mianhae aku ga bisa udah ada janji” jawabku padanya
“yaaah janji dengan siapa? Dengan gadis jelek itu” kata
Jessica
“siapa maksudmu “gadis jelek itu”?” kataku penasaran
“siapa lagi kalau bukan sahabatmu itu Yoona” katanya
membuatku emosi
“apa kamu bilang? Berani-beraninya kamu menjelekan Yoona.”
Kataku dengan emosi
“kok kamu marah sih? Aku jawab jujur kok” katanya membuatku
makin naik darah
“sudah cukup. Jangan kau jelekkan Yoona di depanku lagi dan
menurutku dia lebih cantik dibanding kau. Lebih baik kau cepat pergi dari
hadapanku sebelum aku lebih marah padamu” ucapku emosi
Sekarang aku sedang menunggu Yoona di depan kelasnya.
Kelasnya masih saja belajar padahal waktu belajar sudah habis, 5 menitku
menunggu akhirnya Yoona keluar bersama teman-temannya
“ayoo kita pulang” ajakku pada Yoona
“aku mau pulang bareng mereka” katanya
"ya sudah aku akan ikut pulang juga bersama kamu dan
teman-temanmu” ucapku
“terserah kau” ucapnya dan langsung pergi
Yoona POV
Niatku ingin menghindar darinya tapi malah sebaliknya dan
sekarang ia ikut pulang bersamaku.
“yoona kau marah padaku” Tanyanya saat kami berjalan menuju
rumah
“…..” aku tak menjawab pertanyaanya
“yoona jawab” katanya dan menghadapkan tubuhku kehadapannya
“aku tak marah” jawabku dingin
“terus kenapa kau jadi menjauh dariku?” tanyanya padaku
“aku tak menjauhimu tu hanya perasaanmu saja” ucapku bohong
“tapi sikapmu sekarang aneh banget padaku setelah kejadian
kemarin” katanya
“sudah sore lebih baik kita pulang” kataku mengalihkan
pembicaraan dan pulang
Keesokan harinya
Tok tok tok pintu
kamarku di ketuk dan sesaat kemudian omma masuk
“yoona” panggil ommaku
“ya omma. Ada apa?” kataku
“ada temanmu. Kau temui dia di depan sana” jawab omma
“siapa omma?” tanyaku
“kamu temui saja di depan nanti juga tau” kata ommaku. Aku
pun langsung menemuinya dan ternyata yang dateng Junho
“ngapain kamu kesini?” tanyaku
“aku ingin mengajakmu jalan” jawabnya dengan senyum yang aku
kangenin
“aku ga bisa sibuk” ucapku dan berbalik arah menuju kamarku
lagi tapi di hentikan oleh ommaku
“Yoona bisa kok. Udah sana ganti baju” ucap ommaku
“omma tapi akuu..” kata-kataku dipotong
“ga ada tapi-tapian kalian juga sering main bareng kan kalau
weekend kaya gini. Udah sana ganti bajumu” kata ommaa dan aku menurut
“ahh aku kan lagi puasa bertemu dengannya kenapa sekarang
dia ngajak jalan sih” ucapku dalam hati
Sesampai didepan lemari aku bingung memilih baju yang mana
yang akan ku pakai. “oh ya ngapain juga harus rapi-rapi sudahlah pakai kaos dan
jeans saja” kataku di dalam kamar
Tok tok tok pintu kamarku diketuk oleh seseorang
“yoona ayo cepat Junho sudah menunggumu dibawah” kata ommaku
diluar kamar
“ne. omma” kataku dan keluar kamar menghampiri Junho yang
berada di ruang tamu
“apa sudah siap. Ayo kita berangkat” ajaknya saat aku sampai
di ruang tamu
“omma aku pergi dulu yaa” kataku pamitan
“ajhumma aku pinjam Yoona dulu yaaa annyeong” kata Junho
pada ommaku
“ah ne hati-hati ya” ucap omma.
“memangnya aku barang apa pake dipinjam-pinjam” protesku
“emm kamu adalah barang yang paling berharga dalam hidupku”
katanya dan mengedipkan mata sebelahnya yang sipit itu membuat jantungku
berdebar-debar
Junho POV
Hari ini aku mengajak Yoona pergi ke taman bermain, awalnya
ia menolak ajakanku tapi ajhumma membantuku membujuk Yoona untuk ikut aku
jalan-jalan. Dan hari ini aku ingin sekali menyelesaikan masalahku atau
kesalahpahaman ini pada Yoona aku tak mampu lagi dicuekin olehnya.
“kita mau kemana” tanyanya saat kami menunggu bus di halte
“nanti juga kamu tau” jawabku membuattnya penasaran
“ihhh kita mau kemana sih? Jangan main tebak-tebakan deh”
tanyanya lagi
“siapa juga yang ngajak tebak-tebakan. Ayooo” kataku dan
menuntun Yoona memasuki kereta. Kereta ini terlihat penuh yah wajar saja karena
sekarang weekend, banyak orang yang ingin mengisi weekend dengan liburan. Kulihat
Yoona terlihat tidak nyaman dengan keadaan kereta yang penuh dan sesak ini.
Tiba-tiba saja keseimbangannya hilang karena terdorong oleh orang-orang yang
baru naik kereta ini dan membuat tubuhnya jatuh dalam pelukanku.
“lepaskan aku” perintahnya padaku tapi aku tak melepaskan
pelukanku ini
”junho lepaskan tidak enak di lihat orang lain” katanya dan
berusaha melepaskannya tapi aku tetap tidak membiarkan pelukan ini terlepas
“aniyo, nanti kalau jatuh lagi
gimana.” kataku cuek dan ia tak memberontak lagi. Ku rasakan jantungku dengan
jantungnya berdebar-debar dengan cepat dan saling beradu (?)
Taman bermain
“nah sudah sampai. Ayo kita masuk” ajakku dan menarik
tangannya
“Junho mau ngapain kita ke taman bermain?” tanyanya polos
“mau main lah kangkung masa tidur. Ayo cepat nanti keburu
ramai” kataku
“ayoo kita naik itu” kataku dan menunjuk salah satu
permainan yang menantang ardenalin
Yoona Pov
“ayooo kita naik itu” katanya dan menunjuk salah satu
permainan yang menantang adrenalin
“hah? Naik itu? Aniyo” jawabku tegas
“ayoolah kita naik itu” bujuknya padaku
“tapi itu sangat tinggi Junho, kamu kan takut ketinggian.
Aku ga mau ngambil resiko” kataku tetap menolak
“aku sudah tidak takut lagi ayooooo” ajaknya dan langsung
menarikku ke arena permainan itu. Setelah mengantri akhirnya kami menaiki
permainan itu dan terlihat Junho yang sedikit tegang tapi ia tak melihatkan
keteganagn itu padaku. Setelah kurang lebih 5 menit permainan ini
berputar-putar dan membuatku sedikit ketakutan akhirnya berhenti juga kami pun
turun, ku lihat muka Junho yang sedikit pucat tetapi ia tetap tersenyum yang
menggambarkan baik-baik saja
“apa kau baik-baik saja??” kataku khawathir
“hmm aku baik-baik saja kan sudah ku bilang ketakutanku ini
hilang karena kau ada di sampingku” katanya dan menggenggam tanganku
“tapi wajahmu pucat?” kataku lagi
“pucat?? Mungkin karena aku lapar, ayoo kita ke kadai itu
perutku sudah tidak bisa di ajak berteman lagi” katanya dan aku menurut karena
aku juga lapar karena hari sudah siang dan tadi pagi pun aku belum sarapan
Junho POV
Sesampai di kedai kami memesan makanan. Hmm makanan disini
enak-enak sekali. Ku lihat Yoona pun sangat menyukai makanannya. “aku bagi
dong, sepertinya makananmu enak?” kataku dan langsung mengambil makanannya
“heh jangan mengambil makananku. Aku juga lapar tau” katanya
sedikit ketus
“aku hanya ingin mencicipi saja masa tak boleh” kataku
“ne.. ne ambillah” katanya melunak dan aku langsung
mencicipinya ternyata makanan yang ia pesan juga lumayan enak
“apa kamu mau mencicipi makanan punyaku” tanyaku padanya
“aniyo “ katanya dan melanjutkan makannya
“yoona” panggilku
“hmmmm”
“apa kau masih marah padaku?” tanyaku hati-hati
“siapa yang marah aku tidak marah, kau sok tau” katanya
“benar kau marah. Tapi kenapa sekarang-sekarang ini kau
sering menghindar dariku?” tanyaku lagi
“kalau itu aku takut mengganggu hubunganmu dengan Jessica,
tar dia mikir kamu selingkuh denganku gara-gara sering berduaan” katanya
“aku tak punya hubungan apa-apa dengannya kami hanya
berteman jadi kau tidak usah takut mengganggu hubunganku dengan Jesicca dan
jangan menghindar lagi padaku” kataku tenang
“apa kau mau memaafkanku?” kataku lanjut
“kamu tak punya salah apa-apa padaku” katanya menunduk
“kenapa dari tadi kamu menunduk saja? Kenapa kamu tidak
memandangku yang sedang berbicara padamu Yoona?” kataku sedikit lantang
“hmm udah sore, aku kita pulang nanti omma mencari kita”
katanya dan langsung meninggalkanku. Kususul dia keluar dan ku tarik tangannya
hingga ia jatuh dalam pelukanku
“kau tau bogoshipoyo yoona” kataku dan mempererat pelukanku,
ia pun mulai membalas pelukanku
“na..do bogoshipoyo Junho” katanya dan kami berpelukan
lumayan lama dan hangat (?)
“jangan menjauhi diriku lagi karena itu membuat hatiku
tersiksa dan tak tenang” kataku setelah melepas pelukan kami
“apa benar kau dan Jessica tidak ada hubungan apa-apa selain
berteman?” katanya
“hahaha apa kau cemburu?” kataku
“aniyo aku hanya bertanya saja” katanya mengelak
“hmm benarkah? Tapi mataku berbicara kalau kau cemburu”
ucapku padanya
“lulucon macam apa itu? Mana ada mata bisa bicara?” katanya
ketus dan langsung meninggalkanku
“hy kangkung tunggu aki belum selesai bicara. Kau harus tau
satu hal Saranghaeyo” kataku dan menghentikan langkahnya
“hah? Apa aku tak salah dengar? Jangan bercanda “ katanya
yang tidak percaya
“aku serius Saranghaeyo Yoona” kataku ulang sesaat kemudian
ia memelukku dan..
“Nado Saranghae Junho” katanya memelukku erak aku pun
membalas pelukannya dan terdengan sorak sorakkan orang sekeliling membuat kami
melepas pelukan ini. ‘Hahaha aku tak menyadari kalau kami masih ada di taman
bermain yang sudah banyak pengunjungnya’. Ku lihat wajah yoona yang kemerahan
karena malu
“junho kau buat malu saja” katanya
“tapi kau senangkan chagi” kataku dengan senyum kebahagiaan
===================================THE
END==========================================