Minggu, 25 September 2011

Love You




Love You
Cast :     Lee Junho 2PM
                Yoona SNSD
Genre: romance


Yoona POV
“junho ayoo bangun, nanti terlambat” ucapku menggoyang-goyangkan badannya supaya bangun
“emmmm kau berisik sekali sih” protesnya dan bangun dari tidurnya
“ayoooo cepat bangun ini udah siang junho, nanti kita terlambat ke sekolah” ucapku menarik tangannya supaya berdiri dari duduknya
“ah ne” ucapnya lemas
“aku tunggu di bawah yaa” kataku dan meninggalkan kamarnya
“yoona ayo makan” ajak ajumma di meja makan
“ah ne ajumma” kataku dan duduk di dekatnya
“mianhae selalu merepotkanmu untuk membangunkan junho” ucap ajumma
“ah gwaenchanayo ajumma” ucapku

Replay Replay Replay
Para siswa berhamburan keluar kelas setelah mendengar bel tersebut, aku pun ikut keluar karena jam pelajaran telah usai kuputuskan untuk menghampiri Junho dikelasnya. Aku dan Junho sudah seperti saudara dari umurku 5 tahun teman yang paling baik, selalu menjagaku dan mau mendengarkan ceritaku hanyalah dia. Jika aku sedih ialah yang selalu menghiburku, entah kalau Junho tiba-tiba pergi dariku apa yang akan terjadi pada diriku mungkin tak akan sesenang sekarang dan mungkin aku akan selalu murung, karena dia adalah orang yang paling dekat padaku setelah keluargaku.
“Jun……………” kataku terputus melihat junho sedang berpelukan dengan Jessica. Cewek popular disekolahku dan aku sangat benci padanya karena sikapnya yang sombong dan angkuh. Mereka melihat kearahku dan melepaskan pelukannya
“aaahh maaf ganggu, aku hanya mau bilang kalau aku ga bisa pulang denganmu ada perlu sebentar. Aku duluan ya, annyeong” ucapku dan langsung pergi dari kelas Junho tanpa menunggu jawaban darinya. Entah mengapa setelah melihat kejadian tadi membuat hatiku sakit dan kecewa

Junho POV
Sekarang kelas sudah kosong tersisa hanya aku dan Jessica, ku lihat ia sedang menangis dengan wajah yang berpangku tangan di atas meja
“jess kamu kenapa?” ucapku perlahan ia pun menoleh kearahku dan tiba-tiba saja ia memelukku. Aku tak bisa menolak pelukan ini karena tangisannya yang semakin kencang dan pelukannya juga. Aku mencoba membalas pelukannya untuk meredakan tangisannya
“jess udah jangan nangis. Emangnya ada masalah apa?” ucapku perlahan dan mengelus rambutnya supaya tenang
“aku.. hiks putus dengan leeteuk hiks hiks” jawabnya masih menangis dalam pelukanku
“kok bisa? Setahuku hubungan kalian tak punya masalah belakangan ini?” tanyaku
“hiks hiks aku ga tau tiba-tiba saja leeteuk memutuskanku” jawabnya
“sudah jangan menagis lagi, cowok yang baik masih banyak kok diluar sana. “ ucapku yang masih berusaha menenangkan dia
“gomawo junho hiks hiks” ucapnya

“Jun…………” tiba-tiba saja ada suara yang sepertinya memanggilku dan kulihat Yoona ada di depan kelasku dengan wajah kaget. Akupun langsung melepas pelukannya
aaahh maaf ganggu, aku hanya mau bilang kalau aku ga bisa pulang denganmu ada perlu sebentar. Aku duluan ya, annyeong” ucapnya sebelum aku menjawab ia sudah lari dari kelasku
“jess aku duluan yaaaa” kataku pada Jessica yang sudah tenang
“tapii……” ucapnya mencegahku pergi
“aku ada perlu yang sangat penting. Aku duluan yaaa” kataku dan langsung pergi dari hadapan Jessica dan menyusul Yoona
Kususul Yoona ke gerbang sekolah tetapi tidak ada “cepat sekali anak tu menghilang” kuhubungi Handphonenya juga tak diangkat. Karena sudah sore kuputuskan untuk pulang dan mungkin saja ia sudah pulang. Setelah selesai mandi dan mengerjakan PR aku main kerumah Yoona untuk memastikan keadaanya yang dari tadi membuatku khawatir
“annyeong ajhumma” sapaku pada ibunya yoona saat membukakan pintu untukku
“annyeong, mau ketemu Yoona yaa?” kata ajhumma
“ah ne. apa dia ada?” ucapku
“dia ada di dalam sedang menonton TV ayoo masuk” katanya dan aku masuk menuju ruang tamu kulihat ia sedang menontong acara kesayangannya yaitu drama korea
“hy kangkung” sapaku dan mengacak-ngacak rambutnya

Yoona POV
“hy kangkung” suara tu suara yang sangat aku kenal dan hampir setiap hariku mendengar suara itu. Aku menoleh kearah suara itu dan ternyata benar itu Junho sahabatku “aah ngapain sih ni anak kesini aku lagi males ketemu dengannya” seruku dalam hati
“ngapain kamu kesini ? ganggu orang aja” ucapku dingin
“aku kesini ingin menggangguimu hahahhaha” ucapnya senang
“iisssshh udah deh kamu pulang aja. Ni udah malem” kataku padanya
“baru jam 8. Aku biasanya juga maen disini sampai jam 9, kalau pulang juga tinggal loncat” katanya emang ia sih Junho selau maen kerumahku dan kadang sebaliknya, ya memang rumah kami sangat dekat bukan dekat lagi malah tapi dempet rumahnya persis disebelah rumahku
“aku sudah ngantuk sebaiknya kamu pulang aj. Besokkan kita sekolah” kataku beranjak dari ruang tengah
“tumben banget jam segini kamu udah ngantuk biasanya juga tidur jam 10” balasnya
“aku lelah mau istirahat udah sana pulang” ucapku mendorong tubunya keluar rumah
“mau aku temenin tidur gaa?” ucapnya membuatku kaget
“ga makasih! Kamu temenin Jessica aja sana” ucapku dan langsung menutup pintu
“Yoona, Junho mana?” kata ommaku saat aku menuju kamar
“dia udah pulang katanya ngantuk” kataku dan langsung masuk kamar. Kurebahkan tubuhku di atas tempat tidur yang empuk. Entah mengapa air mataku tiba-tiba saja mengalir dan hatiku sakit saat mengingat kejadian tadi siang di kelas Junho.
Beautiful my girl. My beautiful my girl and I so beautiful my girl in the cute tiba-tiba saja HPku berdering pertanda ada sms. Ku buka pesan tersebut dan ternyata dari Junho
From: Si Sipit “Junho”
 Kangkung kau marah padaku? Salah aku apa? Apa gara-gara tadi siang? Mianhae. Ayolah maafin aku. Aku ga kuat kalau lama-lama di cuekin sama Yoona. Mianhae. Night J
Aku tak membalas sms darinya karena rasa sakit ini masih ada dan ku coba untuk tidur supaya lebih tenang. Pagi harinya aku sengaja tidak melakukan rutinitasku membangunkan Junho dan tidak berangkat bareng kesekolah. Aku meminta appaku untuk mengantarkanku sampai sekolah demi menghindar darinya.
“Yoona”
“Yoonaaa” panggil seseorang yang sedang tidak ingin kutemui aku pun jalan cepat untuk menghindar tetapi tiba-tiba saja tanganku diraih olehnya dan membuat usahaku gagal sekarang sudah ada Junho dihadapanku sedah mengatur nafas kelelahan karena lari mengejarku
“kenapa kamu tak membangunkanku dan kenapa kamu tinggali aku?” tanyanya
“emm aku.. aku tadi kesiangan dan aku meminta appa untuk mengantarku. Ku pikir kamu sudah duluan karena sudah siang” jawabku ngasal
“bohong! Kamu mau menghindar dariku kan? Apa salahku sampai-sampai kau menghindar dariku? Hah” uacapnya tegas dengan mengguncang-guncangkan tubuhku
“aku.. aku tak menghindar darimu, itu hanya perasaanmu saja. Sudah ya aku ke kelas duluan belum mengerjakan PR. Annyeong” kataku dan langsung pergi meninggalkannya

Junho POV
“hmm ada yang aneh dengan sikap Yoona sekarang seperti menghindar padaku” pikiranku
“hy Junho” sapa Jessica saat aku sudah duduk di kursiku
“oh hy juga” balasku
“emm Junho mau ga tar malem minggu temenin aku nonton?” tanyanya
“mianhae aku ga bisa udah ada janji” jawabku padanya
“yaaah janji dengan siapa? Dengan gadis jelek itu” kata Jessica
“siapa maksudmu “gadis jelek itu”?” kataku penasaran
“siapa lagi kalau bukan sahabatmu itu Yoona” katanya membuatku emosi
“apa kamu bilang? Berani-beraninya kamu menjelekan Yoona.” Kataku dengan emosi
“kok kamu marah sih? Aku jawab jujur kok” katanya membuatku makin naik darah
“sudah cukup. Jangan kau jelekkan Yoona di depanku lagi dan menurutku dia lebih cantik dibanding kau. Lebih baik kau cepat pergi dari hadapanku sebelum aku lebih marah padamu” ucapku emosi
Sekarang aku sedang menunggu Yoona di depan kelasnya. Kelasnya masih saja belajar padahal waktu belajar sudah habis, 5 menitku menunggu akhirnya Yoona keluar bersama teman-temannya
“ayoo kita pulang” ajakku pada Yoona
“aku mau pulang bareng mereka” katanya
"ya sudah aku akan ikut pulang juga bersama kamu dan teman-temanmu” ucapku
“terserah kau” ucapnya dan langsung pergi
Yoona POV
Niatku ingin menghindar darinya tapi malah sebaliknya dan sekarang ia ikut pulang bersamaku.
“yoona kau marah padaku” Tanyanya saat kami berjalan menuju rumah
“…..” aku tak menjawab pertanyaanya
“yoona jawab” katanya dan menghadapkan tubuhku kehadapannya
“aku tak marah” jawabku dingin
“terus kenapa kau jadi menjauh dariku?” tanyanya padaku
“aku tak menjauhimu tu hanya perasaanmu saja” ucapku bohong
“tapi sikapmu sekarang aneh banget padaku setelah kejadian kemarin” katanya
“sudah sore lebih baik kita pulang” kataku mengalihkan pembicaraan dan pulang

Keesokan harinya
Tok tok tok pintu kamarku di ketuk dan sesaat kemudian omma masuk
“yoona” panggil ommaku
“ya omma. Ada apa?” kataku
“ada temanmu. Kau temui dia di depan sana” jawab omma
“siapa omma?” tanyaku
“kamu temui saja di depan nanti juga tau” kata ommaku. Aku pun langsung menemuinya dan ternyata yang dateng Junho
“ngapain kamu kesini?” tanyaku
“aku ingin mengajakmu jalan” jawabnya dengan senyum yang aku kangenin
“aku ga bisa sibuk” ucapku dan berbalik arah menuju kamarku lagi tapi di hentikan oleh ommaku
“Yoona bisa kok. Udah sana ganti baju” ucap ommaku
“omma tapi akuu..” kata-kataku dipotong
“ga ada tapi-tapian kalian juga sering main bareng kan kalau weekend kaya gini. Udah sana ganti bajumu” kata ommaa dan aku menurut
“ahh aku kan lagi puasa bertemu dengannya kenapa sekarang dia ngajak jalan sih” ucapku dalam hati
Sesampai didepan lemari aku bingung memilih baju yang mana yang akan ku pakai. “oh ya ngapain juga harus rapi-rapi sudahlah pakai kaos dan jeans saja” kataku di dalam kamar
Tok tok tok pintu kamarku diketuk oleh seseorang
“yoona ayo cepat Junho sudah menunggumu dibawah” kata ommaku diluar kamar
“ne. omma” kataku dan keluar kamar menghampiri Junho yang berada di ruang tamu
“apa sudah siap. Ayo kita berangkat” ajaknya saat aku sampai di ruang tamu
“omma aku pergi dulu yaa” kataku pamitan
“ajhumma aku pinjam Yoona dulu yaaa annyeong” kata Junho pada ommaku
“ah ne hati-hati ya” ucap omma.
“memangnya aku barang apa pake dipinjam-pinjam” protesku
“emm kamu adalah barang yang paling berharga dalam hidupku” katanya dan mengedipkan mata sebelahnya yang sipit itu membuat jantungku berdebar-debar

Junho POV
Hari ini aku mengajak Yoona pergi ke taman bermain, awalnya ia menolak ajakanku tapi ajhumma membantuku membujuk Yoona untuk ikut aku jalan-jalan. Dan hari ini aku ingin sekali menyelesaikan masalahku atau kesalahpahaman ini pada Yoona aku tak mampu lagi dicuekin olehnya.
“kita mau kemana” tanyanya saat kami menunggu bus di halte
“nanti juga kamu tau” jawabku membuattnya penasaran
“ihhh kita mau kemana sih? Jangan main tebak-tebakan deh” tanyanya lagi
“siapa juga yang ngajak tebak-tebakan. Ayooo” kataku dan menuntun Yoona memasuki kereta. Kereta ini terlihat penuh yah wajar saja karena sekarang weekend, banyak orang yang ingin mengisi weekend dengan liburan. Kulihat Yoona terlihat tidak nyaman dengan keadaan kereta yang penuh dan sesak ini. Tiba-tiba saja keseimbangannya hilang karena terdorong oleh orang-orang yang baru naik kereta ini dan membuat tubuhnya jatuh dalam pelukanku.
“lepaskan aku” perintahnya padaku tapi aku tak melepaskan pelukanku ini 
”junho lepaskan tidak enak di lihat orang lain” katanya dan berusaha melepaskannya tapi aku tetap tidak membiarkan pelukan ini terlepas
“aniyo, nanti kalau jatuh lagi gimana.” kataku cuek dan ia tak memberontak lagi. Ku rasakan jantungku dengan jantungnya berdebar-debar dengan cepat dan saling beradu (?)
Taman bermain
“nah sudah sampai. Ayo kita masuk” ajakku dan menarik tangannya
“Junho mau ngapain kita ke taman bermain?” tanyanya polos
“mau main lah kangkung masa tidur. Ayo cepat nanti keburu ramai” kataku
“ayoo kita naik itu” kataku dan menunjuk salah satu permainan yang menantang ardenalin

Yoona Pov
“ayooo kita naik itu” katanya dan menunjuk salah satu permainan yang menantang adrenalin
“hah? Naik itu? Aniyo” jawabku tegas
“ayoolah kita naik itu” bujuknya padaku
“tapi itu sangat tinggi Junho, kamu kan takut ketinggian. Aku ga mau ngambil resiko” kataku tetap menolak
“aku sudah tidak takut lagi ayooooo” ajaknya dan langsung menarikku ke arena permainan itu. Setelah mengantri akhirnya kami menaiki permainan itu dan terlihat Junho yang sedikit tegang tapi ia tak melihatkan keteganagn itu padaku. Setelah kurang lebih 5 menit permainan ini berputar-putar dan membuatku sedikit ketakutan akhirnya berhenti juga kami pun turun, ku lihat muka Junho yang sedikit pucat tetapi ia tetap tersenyum yang menggambarkan baik-baik saja
“apa kau baik-baik saja??” kataku khawathir
“hmm aku baik-baik saja kan sudah ku bilang ketakutanku ini hilang karena kau ada di sampingku” katanya dan menggenggam tanganku
“tapi wajahmu pucat?” kataku lagi
“pucat?? Mungkin karena aku lapar, ayoo kita ke kadai itu perutku sudah tidak bisa di ajak berteman lagi” katanya dan aku menurut karena aku juga lapar karena hari sudah siang dan tadi pagi pun aku belum sarapan


Junho POV
Sesampai di kedai kami memesan makanan. Hmm makanan disini enak-enak sekali. Ku lihat Yoona pun sangat menyukai makanannya. “aku bagi dong, sepertinya makananmu enak?” kataku dan langsung mengambil makanannya
“heh jangan mengambil makananku. Aku juga lapar tau” katanya sedikit ketus
“aku hanya ingin mencicipi saja masa tak boleh” kataku
“ne.. ne ambillah” katanya melunak dan aku langsung mencicipinya ternyata makanan yang ia pesan juga lumayan enak
“apa kamu mau mencicipi makanan punyaku” tanyaku padanya
“aniyo “ katanya dan melanjutkan makannya
“yoona” panggilku
“hmmmm”
“apa kau masih marah padaku?” tanyaku hati-hati
“siapa yang marah aku tidak marah, kau sok tau” katanya
“benar kau marah. Tapi kenapa sekarang-sekarang ini kau sering menghindar dariku?” tanyaku lagi
“kalau itu aku takut mengganggu hubunganmu dengan Jessica, tar dia mikir kamu selingkuh denganku gara-gara sering berduaan” katanya
“aku tak punya hubungan apa-apa dengannya kami hanya berteman jadi kau tidak usah takut mengganggu hubunganku dengan Jesicca dan jangan menghindar lagi padaku” kataku tenang
“apa kau mau memaafkanku?” kataku lanjut
“kamu tak punya salah apa-apa padaku” katanya menunduk
“kenapa dari tadi kamu menunduk saja? Kenapa kamu tidak memandangku yang sedang berbicara padamu Yoona?” kataku sedikit lantang
“hmm udah sore, aku kita pulang nanti omma mencari kita” katanya dan langsung meninggalkanku. Kususul dia keluar dan ku tarik tangannya hingga ia jatuh dalam pelukanku
“kau tau bogoshipoyo yoona” kataku dan mempererat pelukanku, ia pun mulai membalas pelukanku
“na..do bogoshipoyo Junho” katanya dan kami berpelukan lumayan lama dan hangat (?)
“jangan menjauhi diriku lagi karena itu membuat hatiku tersiksa dan tak tenang” kataku setelah melepas pelukan kami
“apa benar kau dan Jessica tidak ada hubungan apa-apa selain berteman?” katanya
“hahaha apa kau cemburu?” kataku
“aniyo aku hanya bertanya saja” katanya mengelak
“hmm benarkah? Tapi mataku berbicara kalau kau cemburu” ucapku padanya
“lulucon macam apa itu? Mana ada mata bisa bicara?” katanya ketus dan langsung meninggalkanku
“hy kangkung tunggu aki belum selesai bicara. Kau harus tau satu hal Saranghaeyo” kataku dan menghentikan langkahnya
“hah? Apa aku tak salah dengar? Jangan bercanda “ katanya yang tidak percaya
“aku serius Saranghaeyo Yoona” kataku ulang sesaat kemudian ia memelukku dan..
“Nado Saranghae Junho” katanya memelukku erak aku pun membalas pelukannya dan terdengan sorak sorakkan orang sekeliling membuat kami melepas pelukan ini. ‘Hahaha aku tak menyadari kalau kami masih ada di taman bermain yang sudah banyak pengunjungnya’. Ku lihat wajah yoona yang kemerahan karena malu
“junho kau buat malu saja” katanya
“tapi kau senangkan chagi” kataku dengan senyum kebahagiaan
 ===================================THE END==========================================










Tidak ada komentar:

Posting Komentar