Tampilkan postingan dengan label Fanfiction. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Fanfiction. Tampilkan semua postingan

Kamis, 05 Januari 2012

This Love


Cast :
            Arlita Kurnia D as  Song Eun Yoo
            Lee Ki Kwang (B2ST)  as  Lee Ki Kwang
            Vanny Widyanti  as Cho Min Hee
            Lee Hyukjae (Super Junior) as Eunhyuk

Song Eun Yoo POV
Pukul 07.00 bel berbunyi “Bonamana bonamana bonamana” para siswa masuk ke kelas masing-masing. Tiba-tiba wali kelasku masuk dan diikuti oleh seorang namja berambut merah dan badannya yang bidang.
            “bukannya itu Lee Ki Kwang temanku ralat musuhku waktu SMP  “ gerutuku dalam hati
“anak-anak tenang. Kalian mendapatkan teman baru, silahkan perkenalkan dirimu” ucap wali kelasku pada namja itu
“Annyeonghaseyo, Chonun Lee Ki Kwang imnida” katanya sambil membungkukkan badan
“silahkan kamu duduk di sebelah Eun Yoo” kata wali kelasku menunjukkan bangku kosong yang ada disebelahku dan Ki Kwang menurut
“mengapa kau pindah ke sekolah ini? Masih banyakkan sekolah yang lebih bagus dari sekolah ini dan sekolahmu yang dulu juga ga kalah bagus dengan sekolah ini?” kataku setelah ia duduk di sebelahku
“karena aku ingin kita bersaing lagi untuk mendapatkan juara umum seperti waktu kita SMP dulu dan aku ingin kamu selalu ada di sampingku”ucapnya dengan mendekatkan wajahnya ke wajahku
“iiihhhh apa-apaan sih jauh-jauh sana” kataku menjauhkan mukanya
Kantin SMA Super Junior
“eh Eun Yoo aku dengar-dengar ada murid baru di kelasmu?” kata Min Hee disebelahku
“ne” kataku singkat
“dia keren tidak? Siapa namanya?” katanya lagi
“tidak keren sama sekali, Lee Ki Kwang” kataku dengan nada males
“hahh Lee Ki Kwang? apa dia itu sainganmu dulu waktu SMP? Katanya kaget
“kau benar sekali anak itu pidah ke sini dan dia sebangku samaku sekarang aaarrrgghhh” kataku sedikit kesal
“hahaha waahh sainganmu dalam meraih juara umum dateng lagi. Kalian berdua kayanya jodoh” katanya meledek membuatku semakin panas
“aaah rese kamu. Bukannya buat aku semangat atau senang tapi buatku tambah bête” kataku cemberut
“hahahhaha mianhae, jangan cemberut gitu dong” ucapnya
 “Ohh yaa kemarin kamu pulang sama siapa?” kataku mengalihkan pembicaraan
“emmm sama Eunhyuk” kata Min Hee membuatku tersendak saat minum
“hah Eunhyuk? Kamu udah jadian sama dia?” kataku masih kaget
“sapa yang jadian. Kita hanya pulang bareng” katanya dan mukanya memerah
“masa kok muka kamu merah sihh? Haaayooo ngaku” paksaku
“ihhh bener deh aku tidak jadian sama Eunhyuk. Kita hanya temen” kata Min Hee
“tapi kamu berharap bisa pacaran sama Eunhyk kan?” godaku
“kamu tak usah bicara yang macam-macam deh” katanya mukanya memerah lagi
“tapiii maukan jadian sama dia” godaku lagi membuat mukanya makin merah
“iyaaaa sih doakan saja yang terbaik buatku dan Eunhyuk hahaha” katanya tersenyum
“okeeee deh apasih yang ga buat sahabatku ini, tapiiii kalau udah jadian kalian harus traktir aku yaa” kataku sambil tersenyum dan merangkul di bahunya
“aahhh dasar nak muda zaman sekarang. Emmm tar deh aku traktir pisang yaaa” ucapnya
“haah pisang? Masa pisang sihh. Ga mau. Maunya di traktir nonton KIMCHI” kataku menawar
“hahahahha pisang enak tau. Kalau masalah minta di traktir nonton KIMCHI minta saja ke Eunhyuk” katanya mengeluarkan lidahnya kearahku
Song Eun Yoo END
Lee KI Kwang POV
Entah kenapa aku bisa dipanggil oleh wali kelasku untuk ke kantor, langkah kakiku pun langsung menuju kantor.
            “ibu panggil saya?” kataku
“iya silahkan duduk, ibu sudah melihat rapot-rapotmu waktu kelas X dan nilaimu cukup baik. Ibu ingin kamu mengikuti bimbingan dalam olimpiade kimia” kata wali kelasku
            “kalau boleh saya tau. apa Song Eun Yoo ikut dalam bimbingan olimpiade ini?” kataku
            “yaa dia salah satu yang ikut. Kenapa?” kata wali kelasku
            “ohh tidak bu. Baiklah aku ikut bimbingan ini” kataku tersenyum
“okee sepulang sekolah kumpul di Lab kimia. sekarang kamu boleh kembali ke kelasmu” kata wali kelasku
            “permisi bu” kataku pergi
“yeess akhirnya aku bisa bersaing lagi dengannya dan bisa melihat ” kataku dalam hati sudah di luar kantor
Lee KI Kwang END
Song Eun Yoo POV
Lab Kimia
“mengapa anak rese itu ada di sini. Apa dia ikut bimbingan olimpiade kimia juga? Ahh ga di kelas ga di sini ketemu dia terus. Kapan sih dia bisa pergi dari hidupku” gerutuku dalam hati
“hy gendut. Kamu ikut olimpiade juga? Yakin bisa terpilih?” katanya membuatku naik darah
“ihh ngapain sih di sini? Jauh-jauh sana kalau aku deket kamu, aku bisa sial nanti” kataku sambil mendorongnya agar pergi dariku
“lihat semua bangku sudah penuh hanya tempat ini aja yang kosong. Emm masa sih bisa kena sial, yang bisa terjadi tuh kamu jatuh cinta padaku karena kita akan sering ketemu” katanya dengan percaya diri
“hah udah tidak “sehat” apa aku jatuh cinta padamu, punya kaca tidak ngaca dong liat penampilanmu aneh banget” kataku dengan sedikit emosi
Hari ini adalah hari yang penuh emosi dan mungkin bisa setiap hari aku merasakan naik darah, bagaimana tidak aku bertemu lagi dengannya si rambut merah itu (Ki Kwang) apalagi sekarang dia sebanggku denganku dan ia juga ditunjuk oleh wali kelasku untuk ikut olimpiade kimia.
Song Eun Yoo END
Cho Min Hee POV
“yaah pulang sendirian lagi deh” kataku dalam hati sambil berjalan keluar sekolah. tiba-tiba dari arah belakang ada suara klakson aku pun menoleh kearah suara itu
“hay kau sendirian? Tidak bareng Eun Yoo?” kata Eunhyuk
“emm Eun Yoo lagi ada bimbingan untuk olimpiade” kataku dengan senyuman
“kamu mau pulangkan, kalau begitu bareng aku saja, rumah kita kan searah?” tawarnya padaku membuatku senang
“emmm apa tak merepotkan?” kataku dengan harapan ia bilang “tidak”
“yaa tidaklah ayoo naik” katanya memberikan helm padaku
Di tengah-tengah perjalanan
“Min Hee mau temani aku ke toko buku dulu tidak?” ucapnya dengan nada tinggi karena berisiknya suara kendaraan disekitar kami
“emmm ayoooo” kataku dengan senyum kegembiraan dan mungkin mukaku pun memerah
Semenjak kejadian kemarin aku dan Euhyuk jadi semakin dekat. Aku seneng akhirnya impianku selama ini untuk dekat dengannya bisa terkabul. Suatu hari ia menyatakan sesuatu padaku……………..
            “Min Hee aku ingin bicara sesuatu padamu” katanya sedikit gugup
            “hmmm ya?” kataku sedikit membuat jantungku dag dig dug
            “a..ku a..ku Saranghaeyo” katanya malu-malu dan membuatku shock
            “hah apa? Kamu tadi bicara apa aku tak dengar” kataku pura-pura
            “saranghaeyo Cho Min Hee” kata Eunhyuk jelas membuatku tersenyum
“nado saranghaeyo Eunhyuk” kataku langsung memeluknya, ia juga membalas pelukanku
Mulai sejak ia menyatakan perasaanya padaku sekarang kami resmi berpacaran. Eunhyuk juga perhatian padaku. Aku senang sekali punya namjachingu seperti dia Saranghaeyo Eunhyuk J
Cho Min Hee END
Song Eun Yoo POV
Sudah H-4 kami jadi sering latihan dan aku juga jadi sering pulang telat. Tiba-tiba hpku berdering “Nan niga jeil joha, Niga jeil yeppeo. Jinaganeun gotgot maeryeogi da heulleo, Niga jeil joha neo hanamyeon dwae. Gaseume saegyeodwo. Niga sesangeseo jeil sojunghae” (B2ST _ I Like You The Best)
            From: Min Hee
Eun Yoo aku seneng banget banget banget deh, akhirnya sekarang aku jadian sama Eunhyuk J
To : Min Hee
Akhirnya kalian bisa jadian juga :D aku juga ikut seneng, chukka hehehe. Ooh ya jangan lupa traktirannya okee ^_^
From : Min Hee
Gomawo J emmm nanti aku traktir pisang deh hahahahaha
To : Min Hee
Ahhh aku tidak suka pisang, tidak sepertimu yang suka sekali dengan namanya pisang. Aku maunya ditraktir nonton KIMCHI
 “ehh gendut mau pulang gaa? Ga takut apa sendirian di Lab ini?” kata Ki Kwang di depan pintu
“jangan panggil aku gendut, aku punya nama tau” kataku dengan nada tinggi dan langsung keluar Lab karena takut
Sesampai di Aula sekolah SMA SUPER  JUNIOR tiba-tiba saja hujan datang sangat deras membuatku tak bisa pulang. “aah kenapa harus hujan sih, aku lupa lagi tidak bawa payung” gerutuku dalam hati
            “kau belum pulang?” tiba-tiba ada suara seorang nammja yang mengagetkanku
“Ki Kwang jangan bikin orang kaget deh. Tidak lihat apa kalau hujan aku tak bisa pulang” kataku dengan tangan menutupi badanku karena kedinginan
“ohh begitu kau tunggu di sini dulu jangan kemana-mana” katanya dan pergi mengghampiri mobilnya di parkiran menembus hujan dengan tangannya di kepala dan sebelumnya ia memberikan jaketnya padaku. Entah kenapa membuatku tersentuh.
“ayooo naik. Aku antar kau pulang” katanya di dalam mobil dan aku menurut
Keesokan harinya SMA Super Junior kelas XI IPA 1
“emm ini jaketmu gomawo tenang udak aku cuci” kataku tenang dan meletakkan didekatnya tapi tak ada respon darinya membuatku sedikit kesal akupun meninggalkannya
Song Eun Yoo END
Lee Ki Kwang POV
Ketika ku mengendarai motorku ke luar sekolah, aku melihat Eun Yoo sedang di ganggu oleh anak muda yang berpenampilan preman dan kudengar Eun Yoo meminta pertolongan.
            “hay kalian jangan ganggu temanku” kataku lantang pada anak muda tersebut
“ohh ada pahlawan kesiangan ternyata hiiiiyaaaaaa” anak muda itu langsung mencoba memukulku tapi ku menepis tangannya dan menghajarnya membuat anak muda itu menyerah kemudian pergi, ku hampiri Eun Yoo yang ketakutan
“kau tak apa-apa?” kataku langsung memeluknya
“hiks hiks  hiks hiks aku takut” ucapnyadalam tangisannya
“kau tak usah takut ada aku disini sekarang sudah aman, ayo kita pulang” melepaskan pelukannya dan mengantarnya pulang
Sekarang Eun Yoo sudah ada dibelakangku yang masih menangis dan merasa takut. Aku sedih melihatnya seperti ini, ku bimbing tangannya membuat peganganya semakin erat supaya ia merasa lebih nyaman dan tak sedih lagi. Tiba-tibaku kepikiran dengan tempat yang bagus pemandanganya, mungkin kalau kita ke sana bisa menghilangkan kesedihan dan ketakutannya
Lee Ki Kwang END
Author POV
“Eun Yoo aku lapar kita makan dulu ya. Kamu harus temanin aku, tak boleh menolak” kata Ki Kwang paksa
            “mengapa kau paksaku? Kalauku tidak mau gimana” kata Eun Yoo yang mulai tenang
“tadi sudahku bilang kau harus mau, lagian kamu juga tidak akan rugi kalau ikut” kata Ki Kwang masih memaksa
Tempat makan ( Beauty Café)
“wahh ternyata kau pintar juga memilih tempat makan yang indah pemandangannya apalagi makanannya enak” kata Eun Yoo tersenyum senang
“kamu suka tempat ini? Apa ku bilang tadi kamu pasti akan suka” kata Ki Kwang senang melihat Eun Yoo tersenyum dan melanjutkan makan
“maaf ada kotoran dibibirmu” kata Eun Yoo dan membersihkan kotoran dengan tissu, kemudian tangan Eun Yoo di genggamnya yang masih ada di bibirnya membuat pemilik tangan itu kaget dan sesaat kemudian genggaman itu dilepasnya oleh Eun Yoo yang tersipu malu
“emm mianhae” kata Ki Kwang setelah genggaman itu putus
Author END
Song Eun Yoo POV
“minggu-minggu ini sifat Ki Kwang sedikit aneh dia jadi baik padaku dan perhatian, oh ya dia juga udah jarang panggilku “gendut” apalagi dengan sifatnya yang sekarang membuat jantungku berdetak cepat” kataku dalam hati
“ada sesuatu yang aku ingin bicarakan denganmu” katanya tiba-tiba tangannya sudah menggenggam tanganku begitu erat membuatku nyaman
“hmmm mau bicara apa?” kataku masih dengan jantung yang berdenyut dengan cepat
“aku… akuu mau minta maaf sama kamu yaa mungkin selama ini sikapku padamu selalu membuatmu kesal dan naik darah, aku minta maaf yaa Song Eun Yoo” katanya membuatku kaget dan tiba-tiba saja air mataku jatuh ke pipi
“mengapa kamu menangis apa kata-kataku ada yang salah?” kata Ki Kwang kemudian menghapus air mataku di pipi
“aniyo, aku tak menyanggka saja kamu bisa seserius ini dan akuu juga” kata-kataku terputus tiba-tiba tanganku di tarik olehya dan aku jatuh dipelukannya yang hangat membuatku meneteskan air mata lagi sesaat sebelumnya ia sudah berdiri dihadapanku
“jangan menangis lagi, aku tidak mau melihat yeoja yang kusayang menangis karenaku. Saranghae Song Eun Yoo” kata Ki Kwang masih memelukku dan lebih erat membuatku nyaman dipelukannya
“apa yang tadi kamu bilang? Bisa diulang” kataku melepaskan pelukannya
“saranghaeyo Song Eun Yoo tak ada siaran ulang lagi” katanya dengan jelas dan menghapus air mataku lagi yang ada dipipiku
“na..do.. saranghaeyo Lee Ki Kwang” kataku dan langsung memeluknya, ia juga menerima pelukanku dan mencium ubun-ubun kepalaku membuatku lebih nyaman dipelukannya
Keesokan harinya pengumuman perwakilan untuk ikut olimpiade kimia diumunkan yang mewakili sekolahku adalah musuh terberatku dan seekarang menjadi namjachinguku. Aku bangga punya pacar sepertinya yang pintar, perhatian, ganteng, yaaah walaupun kadang kita harus bersaing, tapi aku tetap menyayanginya Saranghae Lee Ki Kwang J
Song Eun Yoo END

 Lee Ki Kwang
Lee Hyukjae/Eunhyuk

Note:
Aniyo : tidak
Chagia: (panggilan) sayang
Chukkae : selamat
Chonun Lee Ki Kwang imnida : namaku Lee Ki Kwang salam kenal
Gomawo: terima kasih
Mianhae : maaf
Nado saranghaeyo : aku juga mencintaimu
Namjachingu : pacar sebutan untuk pacar laki-laki
Ne : ya, baik
Saranghaeyo : aku mencintaimu
Yeoja : wanita, perempuan     

Minggu, 25 September 2011

Love You




Love You
Cast :     Lee Junho 2PM
                Yoona SNSD
Genre: romance


Yoona POV
“junho ayoo bangun, nanti terlambat” ucapku menggoyang-goyangkan badannya supaya bangun
“emmmm kau berisik sekali sih” protesnya dan bangun dari tidurnya
“ayoooo cepat bangun ini udah siang junho, nanti kita terlambat ke sekolah” ucapku menarik tangannya supaya berdiri dari duduknya
“ah ne” ucapnya lemas
“aku tunggu di bawah yaa” kataku dan meninggalkan kamarnya
“yoona ayo makan” ajak ajumma di meja makan
“ah ne ajumma” kataku dan duduk di dekatnya
“mianhae selalu merepotkanmu untuk membangunkan junho” ucap ajumma
“ah gwaenchanayo ajumma” ucapku

Replay Replay Replay
Para siswa berhamburan keluar kelas setelah mendengar bel tersebut, aku pun ikut keluar karena jam pelajaran telah usai kuputuskan untuk menghampiri Junho dikelasnya. Aku dan Junho sudah seperti saudara dari umurku 5 tahun teman yang paling baik, selalu menjagaku dan mau mendengarkan ceritaku hanyalah dia. Jika aku sedih ialah yang selalu menghiburku, entah kalau Junho tiba-tiba pergi dariku apa yang akan terjadi pada diriku mungkin tak akan sesenang sekarang dan mungkin aku akan selalu murung, karena dia adalah orang yang paling dekat padaku setelah keluargaku.
“Jun……………” kataku terputus melihat junho sedang berpelukan dengan Jessica. Cewek popular disekolahku dan aku sangat benci padanya karena sikapnya yang sombong dan angkuh. Mereka melihat kearahku dan melepaskan pelukannya
“aaahh maaf ganggu, aku hanya mau bilang kalau aku ga bisa pulang denganmu ada perlu sebentar. Aku duluan ya, annyeong” ucapku dan langsung pergi dari kelas Junho tanpa menunggu jawaban darinya. Entah mengapa setelah melihat kejadian tadi membuat hatiku sakit dan kecewa

Junho POV
Sekarang kelas sudah kosong tersisa hanya aku dan Jessica, ku lihat ia sedang menangis dengan wajah yang berpangku tangan di atas meja
“jess kamu kenapa?” ucapku perlahan ia pun menoleh kearahku dan tiba-tiba saja ia memelukku. Aku tak bisa menolak pelukan ini karena tangisannya yang semakin kencang dan pelukannya juga. Aku mencoba membalas pelukannya untuk meredakan tangisannya
“jess udah jangan nangis. Emangnya ada masalah apa?” ucapku perlahan dan mengelus rambutnya supaya tenang
“aku.. hiks putus dengan leeteuk hiks hiks” jawabnya masih menangis dalam pelukanku
“kok bisa? Setahuku hubungan kalian tak punya masalah belakangan ini?” tanyaku
“hiks hiks aku ga tau tiba-tiba saja leeteuk memutuskanku” jawabnya
“sudah jangan menagis lagi, cowok yang baik masih banyak kok diluar sana. “ ucapku yang masih berusaha menenangkan dia
“gomawo junho hiks hiks” ucapnya

“Jun…………” tiba-tiba saja ada suara yang sepertinya memanggilku dan kulihat Yoona ada di depan kelasku dengan wajah kaget. Akupun langsung melepas pelukannya
aaahh maaf ganggu, aku hanya mau bilang kalau aku ga bisa pulang denganmu ada perlu sebentar. Aku duluan ya, annyeong” ucapnya sebelum aku menjawab ia sudah lari dari kelasku
“jess aku duluan yaaaa” kataku pada Jessica yang sudah tenang
“tapii……” ucapnya mencegahku pergi
“aku ada perlu yang sangat penting. Aku duluan yaaa” kataku dan langsung pergi dari hadapan Jessica dan menyusul Yoona
Kususul Yoona ke gerbang sekolah tetapi tidak ada “cepat sekali anak tu menghilang” kuhubungi Handphonenya juga tak diangkat. Karena sudah sore kuputuskan untuk pulang dan mungkin saja ia sudah pulang. Setelah selesai mandi dan mengerjakan PR aku main kerumah Yoona untuk memastikan keadaanya yang dari tadi membuatku khawatir
“annyeong ajhumma” sapaku pada ibunya yoona saat membukakan pintu untukku
“annyeong, mau ketemu Yoona yaa?” kata ajhumma
“ah ne. apa dia ada?” ucapku
“dia ada di dalam sedang menonton TV ayoo masuk” katanya dan aku masuk menuju ruang tamu kulihat ia sedang menontong acara kesayangannya yaitu drama korea
“hy kangkung” sapaku dan mengacak-ngacak rambutnya

Yoona POV
“hy kangkung” suara tu suara yang sangat aku kenal dan hampir setiap hariku mendengar suara itu. Aku menoleh kearah suara itu dan ternyata benar itu Junho sahabatku “aah ngapain sih ni anak kesini aku lagi males ketemu dengannya” seruku dalam hati
“ngapain kamu kesini ? ganggu orang aja” ucapku dingin
“aku kesini ingin menggangguimu hahahhaha” ucapnya senang
“iisssshh udah deh kamu pulang aja. Ni udah malem” kataku padanya
“baru jam 8. Aku biasanya juga maen disini sampai jam 9, kalau pulang juga tinggal loncat” katanya emang ia sih Junho selau maen kerumahku dan kadang sebaliknya, ya memang rumah kami sangat dekat bukan dekat lagi malah tapi dempet rumahnya persis disebelah rumahku
“aku sudah ngantuk sebaiknya kamu pulang aj. Besokkan kita sekolah” kataku beranjak dari ruang tengah
“tumben banget jam segini kamu udah ngantuk biasanya juga tidur jam 10” balasnya
“aku lelah mau istirahat udah sana pulang” ucapku mendorong tubunya keluar rumah
“mau aku temenin tidur gaa?” ucapnya membuatku kaget
“ga makasih! Kamu temenin Jessica aja sana” ucapku dan langsung menutup pintu
“Yoona, Junho mana?” kata ommaku saat aku menuju kamar
“dia udah pulang katanya ngantuk” kataku dan langsung masuk kamar. Kurebahkan tubuhku di atas tempat tidur yang empuk. Entah mengapa air mataku tiba-tiba saja mengalir dan hatiku sakit saat mengingat kejadian tadi siang di kelas Junho.
Beautiful my girl. My beautiful my girl and I so beautiful my girl in the cute tiba-tiba saja HPku berdering pertanda ada sms. Ku buka pesan tersebut dan ternyata dari Junho
From: Si Sipit “Junho”
 Kangkung kau marah padaku? Salah aku apa? Apa gara-gara tadi siang? Mianhae. Ayolah maafin aku. Aku ga kuat kalau lama-lama di cuekin sama Yoona. Mianhae. Night J
Aku tak membalas sms darinya karena rasa sakit ini masih ada dan ku coba untuk tidur supaya lebih tenang. Pagi harinya aku sengaja tidak melakukan rutinitasku membangunkan Junho dan tidak berangkat bareng kesekolah. Aku meminta appaku untuk mengantarkanku sampai sekolah demi menghindar darinya.
“Yoona”
“Yoonaaa” panggil seseorang yang sedang tidak ingin kutemui aku pun jalan cepat untuk menghindar tetapi tiba-tiba saja tanganku diraih olehnya dan membuat usahaku gagal sekarang sudah ada Junho dihadapanku sedah mengatur nafas kelelahan karena lari mengejarku
“kenapa kamu tak membangunkanku dan kenapa kamu tinggali aku?” tanyanya
“emm aku.. aku tadi kesiangan dan aku meminta appa untuk mengantarku. Ku pikir kamu sudah duluan karena sudah siang” jawabku ngasal
“bohong! Kamu mau menghindar dariku kan? Apa salahku sampai-sampai kau menghindar dariku? Hah” uacapnya tegas dengan mengguncang-guncangkan tubuhku
“aku.. aku tak menghindar darimu, itu hanya perasaanmu saja. Sudah ya aku ke kelas duluan belum mengerjakan PR. Annyeong” kataku dan langsung pergi meninggalkannya

Junho POV
“hmm ada yang aneh dengan sikap Yoona sekarang seperti menghindar padaku” pikiranku
“hy Junho” sapa Jessica saat aku sudah duduk di kursiku
“oh hy juga” balasku
“emm Junho mau ga tar malem minggu temenin aku nonton?” tanyanya
“mianhae aku ga bisa udah ada janji” jawabku padanya
“yaaah janji dengan siapa? Dengan gadis jelek itu” kata Jessica
“siapa maksudmu “gadis jelek itu”?” kataku penasaran
“siapa lagi kalau bukan sahabatmu itu Yoona” katanya membuatku emosi
“apa kamu bilang? Berani-beraninya kamu menjelekan Yoona.” Kataku dengan emosi
“kok kamu marah sih? Aku jawab jujur kok” katanya membuatku makin naik darah
“sudah cukup. Jangan kau jelekkan Yoona di depanku lagi dan menurutku dia lebih cantik dibanding kau. Lebih baik kau cepat pergi dari hadapanku sebelum aku lebih marah padamu” ucapku emosi
Sekarang aku sedang menunggu Yoona di depan kelasnya. Kelasnya masih saja belajar padahal waktu belajar sudah habis, 5 menitku menunggu akhirnya Yoona keluar bersama teman-temannya
“ayoo kita pulang” ajakku pada Yoona
“aku mau pulang bareng mereka” katanya
"ya sudah aku akan ikut pulang juga bersama kamu dan teman-temanmu” ucapku
“terserah kau” ucapnya dan langsung pergi
Yoona POV
Niatku ingin menghindar darinya tapi malah sebaliknya dan sekarang ia ikut pulang bersamaku.
“yoona kau marah padaku” Tanyanya saat kami berjalan menuju rumah
“…..” aku tak menjawab pertanyaanya
“yoona jawab” katanya dan menghadapkan tubuhku kehadapannya
“aku tak marah” jawabku dingin
“terus kenapa kau jadi menjauh dariku?” tanyanya padaku
“aku tak menjauhimu tu hanya perasaanmu saja” ucapku bohong
“tapi sikapmu sekarang aneh banget padaku setelah kejadian kemarin” katanya
“sudah sore lebih baik kita pulang” kataku mengalihkan pembicaraan dan pulang

Keesokan harinya
Tok tok tok pintu kamarku di ketuk dan sesaat kemudian omma masuk
“yoona” panggil ommaku
“ya omma. Ada apa?” kataku
“ada temanmu. Kau temui dia di depan sana” jawab omma
“siapa omma?” tanyaku
“kamu temui saja di depan nanti juga tau” kata ommaku. Aku pun langsung menemuinya dan ternyata yang dateng Junho
“ngapain kamu kesini?” tanyaku
“aku ingin mengajakmu jalan” jawabnya dengan senyum yang aku kangenin
“aku ga bisa sibuk” ucapku dan berbalik arah menuju kamarku lagi tapi di hentikan oleh ommaku
“Yoona bisa kok. Udah sana ganti baju” ucap ommaku
“omma tapi akuu..” kata-kataku dipotong
“ga ada tapi-tapian kalian juga sering main bareng kan kalau weekend kaya gini. Udah sana ganti bajumu” kata ommaa dan aku menurut
“ahh aku kan lagi puasa bertemu dengannya kenapa sekarang dia ngajak jalan sih” ucapku dalam hati
Sesampai didepan lemari aku bingung memilih baju yang mana yang akan ku pakai. “oh ya ngapain juga harus rapi-rapi sudahlah pakai kaos dan jeans saja” kataku di dalam kamar
Tok tok tok pintu kamarku diketuk oleh seseorang
“yoona ayo cepat Junho sudah menunggumu dibawah” kata ommaku diluar kamar
“ne. omma” kataku dan keluar kamar menghampiri Junho yang berada di ruang tamu
“apa sudah siap. Ayo kita berangkat” ajaknya saat aku sampai di ruang tamu
“omma aku pergi dulu yaa” kataku pamitan
“ajhumma aku pinjam Yoona dulu yaaa annyeong” kata Junho pada ommaku
“ah ne hati-hati ya” ucap omma.
“memangnya aku barang apa pake dipinjam-pinjam” protesku
“emm kamu adalah barang yang paling berharga dalam hidupku” katanya dan mengedipkan mata sebelahnya yang sipit itu membuat jantungku berdebar-debar

Junho POV
Hari ini aku mengajak Yoona pergi ke taman bermain, awalnya ia menolak ajakanku tapi ajhumma membantuku membujuk Yoona untuk ikut aku jalan-jalan. Dan hari ini aku ingin sekali menyelesaikan masalahku atau kesalahpahaman ini pada Yoona aku tak mampu lagi dicuekin olehnya.
“kita mau kemana” tanyanya saat kami menunggu bus di halte
“nanti juga kamu tau” jawabku membuattnya penasaran
“ihhh kita mau kemana sih? Jangan main tebak-tebakan deh” tanyanya lagi
“siapa juga yang ngajak tebak-tebakan. Ayooo” kataku dan menuntun Yoona memasuki kereta. Kereta ini terlihat penuh yah wajar saja karena sekarang weekend, banyak orang yang ingin mengisi weekend dengan liburan. Kulihat Yoona terlihat tidak nyaman dengan keadaan kereta yang penuh dan sesak ini. Tiba-tiba saja keseimbangannya hilang karena terdorong oleh orang-orang yang baru naik kereta ini dan membuat tubuhnya jatuh dalam pelukanku.
“lepaskan aku” perintahnya padaku tapi aku tak melepaskan pelukanku ini 
”junho lepaskan tidak enak di lihat orang lain” katanya dan berusaha melepaskannya tapi aku tetap tidak membiarkan pelukan ini terlepas
“aniyo, nanti kalau jatuh lagi gimana.” kataku cuek dan ia tak memberontak lagi. Ku rasakan jantungku dengan jantungnya berdebar-debar dengan cepat dan saling beradu (?)
Taman bermain
“nah sudah sampai. Ayo kita masuk” ajakku dan menarik tangannya
“Junho mau ngapain kita ke taman bermain?” tanyanya polos
“mau main lah kangkung masa tidur. Ayo cepat nanti keburu ramai” kataku
“ayoo kita naik itu” kataku dan menunjuk salah satu permainan yang menantang ardenalin

Yoona Pov
“ayooo kita naik itu” katanya dan menunjuk salah satu permainan yang menantang adrenalin
“hah? Naik itu? Aniyo” jawabku tegas
“ayoolah kita naik itu” bujuknya padaku
“tapi itu sangat tinggi Junho, kamu kan takut ketinggian. Aku ga mau ngambil resiko” kataku tetap menolak
“aku sudah tidak takut lagi ayooooo” ajaknya dan langsung menarikku ke arena permainan itu. Setelah mengantri akhirnya kami menaiki permainan itu dan terlihat Junho yang sedikit tegang tapi ia tak melihatkan keteganagn itu padaku. Setelah kurang lebih 5 menit permainan ini berputar-putar dan membuatku sedikit ketakutan akhirnya berhenti juga kami pun turun, ku lihat muka Junho yang sedikit pucat tetapi ia tetap tersenyum yang menggambarkan baik-baik saja
“apa kau baik-baik saja??” kataku khawathir
“hmm aku baik-baik saja kan sudah ku bilang ketakutanku ini hilang karena kau ada di sampingku” katanya dan menggenggam tanganku
“tapi wajahmu pucat?” kataku lagi
“pucat?? Mungkin karena aku lapar, ayoo kita ke kadai itu perutku sudah tidak bisa di ajak berteman lagi” katanya dan aku menurut karena aku juga lapar karena hari sudah siang dan tadi pagi pun aku belum sarapan


Junho POV
Sesampai di kedai kami memesan makanan. Hmm makanan disini enak-enak sekali. Ku lihat Yoona pun sangat menyukai makanannya. “aku bagi dong, sepertinya makananmu enak?” kataku dan langsung mengambil makanannya
“heh jangan mengambil makananku. Aku juga lapar tau” katanya sedikit ketus
“aku hanya ingin mencicipi saja masa tak boleh” kataku
“ne.. ne ambillah” katanya melunak dan aku langsung mencicipinya ternyata makanan yang ia pesan juga lumayan enak
“apa kamu mau mencicipi makanan punyaku” tanyaku padanya
“aniyo “ katanya dan melanjutkan makannya
“yoona” panggilku
“hmmmm”
“apa kau masih marah padaku?” tanyaku hati-hati
“siapa yang marah aku tidak marah, kau sok tau” katanya
“benar kau marah. Tapi kenapa sekarang-sekarang ini kau sering menghindar dariku?” tanyaku lagi
“kalau itu aku takut mengganggu hubunganmu dengan Jessica, tar dia mikir kamu selingkuh denganku gara-gara sering berduaan” katanya
“aku tak punya hubungan apa-apa dengannya kami hanya berteman jadi kau tidak usah takut mengganggu hubunganku dengan Jesicca dan jangan menghindar lagi padaku” kataku tenang
“apa kau mau memaafkanku?” kataku lanjut
“kamu tak punya salah apa-apa padaku” katanya menunduk
“kenapa dari tadi kamu menunduk saja? Kenapa kamu tidak memandangku yang sedang berbicara padamu Yoona?” kataku sedikit lantang
“hmm udah sore, aku kita pulang nanti omma mencari kita” katanya dan langsung meninggalkanku. Kususul dia keluar dan ku tarik tangannya hingga ia jatuh dalam pelukanku
“kau tau bogoshipoyo yoona” kataku dan mempererat pelukanku, ia pun mulai membalas pelukanku
“na..do bogoshipoyo Junho” katanya dan kami berpelukan lumayan lama dan hangat (?)
“jangan menjauhi diriku lagi karena itu membuat hatiku tersiksa dan tak tenang” kataku setelah melepas pelukan kami
“apa benar kau dan Jessica tidak ada hubungan apa-apa selain berteman?” katanya
“hahaha apa kau cemburu?” kataku
“aniyo aku hanya bertanya saja” katanya mengelak
“hmm benarkah? Tapi mataku berbicara kalau kau cemburu” ucapku padanya
“lulucon macam apa itu? Mana ada mata bisa bicara?” katanya ketus dan langsung meninggalkanku
“hy kangkung tunggu aki belum selesai bicara. Kau harus tau satu hal Saranghaeyo” kataku dan menghentikan langkahnya
“hah? Apa aku tak salah dengar? Jangan bercanda “ katanya yang tidak percaya
“aku serius Saranghaeyo Yoona” kataku ulang sesaat kemudian ia memelukku dan..
“Nado Saranghae Junho” katanya memelukku erak aku pun membalas pelukannya dan terdengan sorak sorakkan orang sekeliling membuat kami melepas pelukan ini. ‘Hahaha aku tak menyadari kalau kami masih ada di taman bermain yang sudah banyak pengunjungnya’. Ku lihat wajah yoona yang kemerahan karena malu
“junho kau buat malu saja” katanya
“tapi kau senangkan chagi” kataku dengan senyum kebahagiaan
 ===================================THE END==========================================